Cari Blog Ini

Sabtu, 30 Juli 2011

ABK (Anak Berkebutuhan Khusus)


Di kehidupan ini bermacam-macam sifat, karakter, kepribadian, maupun karakteristik seseorang, selain itu dimanapun kita saat ini berada pada dasarnya suatu saat nanti kita tidak akan hanya berpijak pada satu tempat, dan ketika kita berada di lingkungan yang lain maka kita harus dapat beradaptasi dengan lingkungan tersebut dan membaur dengan mereka. Nah ketika kita terbiasa dengan kehidupan sosial dengan anak-anak yang di kategorikan normal/tidak mengalami hambatan maka bagaimana jika ketika kita di hadapkan dengan suatu ruang lingkup yang tidak biasa kita hadapi, sebut saja kita harus berada atau di tempatkan di lingkungan anak-anak yang memiliki keterbatasan baik itu intelektual maupun keterbatasan secara fisik atau
istilah umum kita kenal dengan sebutan ABK.
Banyak ahli memberikan definisi tentang ABK atau Anak Berkebutuhan Khusus, diantaranya:

Delphie (2004:1) menyatakan “Anak Berkebutuhan Khusus (ABK) merupakan istilah lain untuk menggantikan kata “Anak Luar Biasa (ALB)” yang menandakan kelainan khusus”.

Dalam modul seminar Konsep Dasar PLB dan ABK Toto (2005:6) Menyatakan “pengertian anak luar biasa (anak berkebutuhan khusus) atau anak berkelainan (exceptional children) berbeda dari anak cacat (handicapped children). Anak luar biasa ialah anak yang menyimpang dari rata-rata atau normal dalam karakteristik mental, kemampuan sensoris, karakteristik neuromotor atau fisik, perilaku sosial, kemampuan berkomunikasi, atau gabungan dari berbagai variabel tersebut”.

Sedangkan pengertian ABK dari sudut pandang pendidikan, Arum (dalam Azwandi, 2007:12) menjelaskan bahwa ABK adalah anak yang dalam proses pertumbuhan/atau perkembanganya secara signifikan mengalami kelainan atau penyimpangan dalam hal fisik, mental intelektual, sosial, atau emosional dibandingkan dengan anak-anak lain seusianya. Sehingga mereka memerlukan pelayanan pendidikan yang disesuaikan dengan kebutuhan khusus mereka.

Dari tiga pendapat diatas dapat disimpulkan bahwa ABK merupakan individu yang mengalami kelainan atau penyimpangan dari rata-rata individu normal baik dalam hal fisik, mental intelektual, sosial, atau emosional dibandingkan dengan anak-anak lain seusianya.

Jadi Anak Berkebutuhan Khusus merupakan individu yang sedikit mengalami hambatan dalam dirinya dan menjadikan anak tersebut sedikit berbeda dengan anak yang kita jumpai pada umumnya, dan yang termasuk kedalam ABK antara lain: tunanetra, tunarungu, tunagrahita, tunadaksa, tunalaras, kesulitan belajar, gangguan prilaku, anak berbakat, anak dengan gangguan kesehatan. istilah lain bagi anak berkebutuhan khusus adalah anak luar biasa dan anak cacat. Karena karakteristik dan hambatan yang dimilki, ABK memerlukan bentuk pelayanan pendidikan khusus yang disesuaikan dengan kemampuan dan potensi mereka, contohnya bagi tunanetra mereka memerlukan modifikasi teks bacaan menjadi tulisan Braille dan tunarungu berkomunikasi menggunakan bahasa isyarat. Anak berkebutuan khusus biasanya bersekolah di Sekolah Luar Biasa (SLB) sesuai dengan kekhususannya masing-masing. SLB bagian A untuk tunanetra, SLB bagian B untuk tunarungu, SLB bagian C untuk tunagrahita, SLB bagian D untuk tunadaksa, SLB bagian E untuk tunalaras dan SLB bagian G untuk cacat ganda.







Daftar Pustaka :


Azwandi, Yosfan. (2007) Media Pembelajaran Anak Berkebutuhan Khusus .Depdiknas Dirjen Dikti Direktorat Ketenagaan. Jakarta.

Delphie,B.2004. Pembelajaran Anak Tunagrahita.Bandung; PT Refika Aditama.

http://id.wikipedia.org/wiki/Anak_berkebutuhan_khusus

Toto. 2005.. Selayang pandang Pendidikan Luarbiasa/Pendidikan Khusus dan Anak Berkebutuhan Khusus. Pelatihan dan Sosialisasi Pendidikan Terpadu. Menuju Pendidikan Inklusif. Direktorat Pembinaan Sekolah Luar Biasa Direktorat Jenderal Manajemen Pendidikan Dasar dan Menengah Departemen Pendidikan Nasional. Makalah disajikan dalam perkuliajhan Ortopedagogik oleh Pak Sujarwanto pada tahun 2010.

2 komentar:

  1. Good info.... Mereka adalah saudara-saudara kita yang sedikit kurang beruntung dari kita namun mereka memiliki potensi bakat yang luar biasa sebagian besar bahkan melebihi kemampuan anak Normal....

    BalasHapus
  2. Komentar ini telah dihapus oleh pengarang.

    BalasHapus